Jumat, 23 November 2012

Ella Citra Rizky


ASMA BRONKIAL

            Asma adalah suatu keadaan klinik yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun reversibel, dan diantara episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan ventilasi yang lebih normal. Keadaan pada orang yang rentan terkena asma mudah ditimbulkan oleh berbagai rangsangan, yang menandakan suatu keadaan hipereaktivitas bronkus yang khas.
            Perubahan jaringan pada asma tanpa komplikasi terbatas pada bronkus dan terdiri dari spasme otot polos, edema mukosa, dan infiltrasi sel-sel radang yang menetap dan hipersekresi mukus yang kental. Penyempitan saluran pernafasan dan pengelupasan sel epitel siliaris bronkus kronisyang dalam keadaan normal membantu membersihkan mukus dapat menghambat mobilitas sekresi lumen.

DISFUNGSI FERTILISASI

            Orang yang menderita asma memiliki ketidakmampuan mendasar dalam mencapai angka aliran udara normal selama pernafasan. Ketidakmampuan itu tercermin dengan rendahnya volume udara yang dihasilkan sewaktu melakukan usaha ekspirasi paksa pada detik pertama dan berdasarkan parameter yang berhubungan aliran. Karena banyak saluran udara yang menyempit tidak dapat dialiri dan dikosongkan secara cepat, tidak terjadi aesarasi paru dan hilangnya ruang penyesuaian normal antara ventilasi dan aliran darah. Bergantung pada beratnya penyakit, gangguan ini mungkin tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan perasaan iritasi pada trakea, pada kasus lain, gawat nafas mungkin tidak dapat diatasi. Turbulensi arus udara dan getaran mukus bronkus mengakibatkan suara mengi yang terdengar jelas selama serangan asma, namun tanda fisik ini juga terlihat mencolok pada masalah saluran nafas obstruktif. Pada asma simtomatik, nafas leebih cepat dari normal (walaupun hal ini cendereung menambah resistensi aliran udara). Selain itu, dada mengambil posisi inspirasi maksimal, yang mula-mula dicapai secara paksa dan melebarkan jalan udara.
            Kemudian gambaran ini menetap karena pengosongan alveoli yang tidak lengkap, yang mengakibatkan hiperinflasi toraks yang progresif. Pada asma tanpa komplikasi, batuk hanya mencolok sewaktu serangan mereda, dan batuk membantu mengeluarkan sekret yang terkumpul. Lebih jarang lagi bila hanya batuk kering yang merupakan manifestasi yang jelas dari asma. Diantara serangan asma, pasien bebas dari mengi dan gejala, wakaupun reaktivitas bronkus meningkat dan kelainan pada ventilasi tetap berlanjut. Namun, pada asma kronik, masa tanpa serangan dapat menghilang, sehingga mengakibatkan keadaan asma yang terus-menerus sering disertai infeksi bakteri sekunder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar