ASMA BRONKIAL
Asma adalah suatu keadaan klinik
yang ditandai oleh terjadinya penyempitan bronkus yang berulang namun
reversibel, dan diantara episode penyempitan bronkus tersebut terdapat keadaan
ventilasi yang lebih normal. Keadaan pada orang yang rentan terkena asma mudah
ditimbulkan oleh berbagai rangsangan, yang menandakan suatu keadaan
hipereaktivitas bronkus yang khas.
Perubahan jaringan pada asma tanpa
komplikasi terbatas pada bronkus dan terdiri dari spasme otot polos, edema
mukosa, dan infiltrasi sel-sel radang yang menetap dan hipersekresi mukus yang
kental. Penyempitan saluran pernafasan dan pengelupasan sel epitel siliaris
bronkus kronisyang dalam keadaan normal membantu membersihkan mukus dapat
menghambat mobilitas sekresi lumen.
DISFUNGSI
FERTILISASI
Orang yang menderita asma memiliki
ketidakmampuan mendasar dalam mencapai angka aliran udara normal selama
pernafasan. Ketidakmampuan itu tercermin dengan rendahnya volume udara yang
dihasilkan sewaktu melakukan usaha ekspirasi paksa pada detik pertama dan
berdasarkan parameter yang berhubungan aliran. Karena banyak saluran udara yang
menyempit tidak dapat dialiri dan dikosongkan secara cepat, tidak terjadi aesarasi
paru dan hilangnya ruang penyesuaian normal antara ventilasi dan aliran darah. Bergantung
pada beratnya penyakit, gangguan ini mungkin tidak menimbulkan gejala atau
hanya menimbulkan perasaan iritasi pada trakea, pada kasus lain, gawat nafas
mungkin tidak dapat diatasi. Turbulensi arus udara dan getaran mukus bronkus
mengakibatkan suara mengi yang terdengar jelas selama serangan asma, namun
tanda fisik ini juga terlihat mencolok pada masalah saluran nafas obstruktif. Pada
asma simtomatik, nafas leebih cepat dari normal (walaupun hal ini cendereung
menambah resistensi aliran udara). Selain itu, dada mengambil posisi inspirasi
maksimal, yang mula-mula dicapai secara paksa dan melebarkan jalan udara.
Kemudian gambaran ini menetap karena
pengosongan alveoli yang tidak lengkap, yang mengakibatkan hiperinflasi toraks
yang progresif. Pada asma tanpa komplikasi, batuk hanya mencolok sewaktu
serangan mereda, dan batuk membantu mengeluarkan sekret yang terkumpul. Lebih jarang
lagi bila hanya batuk kering yang merupakan manifestasi yang jelas dari asma. Diantara
serangan asma, pasien bebas dari mengi dan gejala, wakaupun reaktivitas bronkus
meningkat dan kelainan pada ventilasi tetap berlanjut. Namun, pada asma kronik,
masa tanpa serangan dapat menghilang, sehingga mengakibatkan keadaan asma yang
terus-menerus sering disertai infeksi bakteri sekunder.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar